Perang Pasific 1941-1945

Penyebab Perang Pasific
Setelah Perang Dunia I Jepang berhasil menjelma menjadi negara besar di dunia yang sejajar dengan bangsa barat. Kegemilangan Jepang dalam berbagai peperangan belumlah membuat bangsa ini puas. Jepang ingin membentuk Negara Asia Tinur Raya, sehingga memaksa Jepang untuk melibatkan diri dalam perang untuk mewujudkan negara yang dicita-citakannya. Sehingga terpaksa jepang ikut ambil bagian dalam perang pasific.
Adapun Faktor-faktor yang menyebabkan Jepang Ingin membentuk Negara Asia Timur Raya adalah sebagai berikut :
1. Jepang Insyaf benar akan panggilanya untuk menjadi pemimpin di Asia, Semboyan 3 A. Jepang ingin bangsa-bangsa di asia bersatu di bawah pimpinannya.
2. Jepang Merasa dirinya kuat untuk berhadapan dengan kekuatan barat yang lebih besar (Inggris dan AS)
3. Kemajuan industri dan perdagangan yang pesat, memaksa Jepang untuk mencari daerah-daerah Asia sebagai tempat pemasaran dan pengambilan bahan mentah.
4. Kepadatan penduduk yang semakin cepat, membuat Jepangharus memindahkan sebagian penduduknya ke daerah-daerah lain.
Untuk merealisasikan cita-citanya Jepang melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut :
a. Membentuk Pact Anti Comitern, yang beranggotakan Jepang, Jerman, Italia, Hongaria, Manchukuo dan Spanyol.
b. Membentuk Pact Poros (1940) yang terdiri dari Jepang, Jerman Italia
c. Mengadakan Perjanjian dengan Soviet 1941( neutrality Pact), yaitu perjanjian untuk tidak saling menyerang. (Leo Agung S. CS Sejarah Asia Timur)

Jalannya Perang
Penyerbuan Terhadap Pearl Harbour
Dalam mewujudkan mimpinya untuk mendirikan negara Asia Timur Raya. Pada tanggal 7 Desember 1941 Jepang kemudian menyerang pangkalan angkatan laut Amerika di Pearl Harbour, Hawai. Serangan berlangsung secara mendadak, sehingga dalam waktu singkat Pearl Harbour dapat dihancurkan, terlebih lagi serangan itu dilakukan pada hari minggu pada saat tentara Amerika sedang beristirahat dan tidak ada pernyataan perang sebelumnya dari pihak Jepang. Pernyataan perang dari pihak Jepang diumumkan 10 jam setelah terjadinya serangan. Pada hari yang sama pertahanan Inggris di Singapura dihancurkan, yaitu dengan ditenggelamkannya 2 kapal perang Inggris Prince Of Wales dan Repulse tanggal 10 Desember 1941.

Jepang kemudian menyerang Asia Tenggara, Muangthai, Birma, Vietnam, Filipina berhasil dikuasai. Jendral Douglas MacArthur terpaksa menyingkir ke Australia, tapi ia berjanji pada rakyat pilipina akan kembali”I Shall Return”. Semenanjung Malaya dan Singapura berhasil dikuasai Jepang Pimpinan Yamashita, Sehingga dia dijuluki Harimau Malaya. Jepang masuk ke Indonesia melalui Tarakan yang merupakan kota sumber minyak, tanggal 8 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat terhadap Jepang. Dalam jangka waktu 6 bulan Jepang berhasil menguasai daerah-daerah di lautan Pasific, sehingga terbentuklah negara Asia Timur Raya.

Pertempuran Laut Karang
Kegemilangan tentara Jepang ternyata hanya sampai pada pertengahan tahun 1942. Tahun ini mulai terjadi turning point. Dalam pertempuran di Laut Karang 7 Mei 1942 Jepang mulai mengalami kekalahan. Pertempuran ini terjadi di laut Karang (Coral Sea), pasukan Jepang yang berkedudukan di Rabaul (New Britain) hendak merebut Port Moresby, dengan terlebih dahulu merebut Tulagi (Kepulauan Solomon). Jepang mengerahkan tiga kapal induk yaitu Shoho, Zikaiko, dan Shokaku dibawah komando Laksdya Shigeyoshi Inouye. Sedangkan di pihak Amerika dikomandoi oleh Laksamana Chester Nimitz dengan mengerahkan dua kapal induk Lexington dan Yorktown. Dalam pertempuran ini Jepang gagal merebut Port Moresby, sehingga dapat dikatakan kemenangan di pihak Amerika. Pertempuran ini tercatat sebagai pertempuran pertama antara kapal induk melawan kapal induk. Di pihak Jepang dari tiga kapal induk satu tenggelam, dua selamat tetapi mengalami kerusakan hebat, sedang di pihak Amerika satu kapal tenggelam dan satu kapal lainnya mengalami kerusakan.

Pertempuran Laut di Midway Juni 1942
Setelah kekalahan di pertempuran Laut Karang, membuat Jepang harus bersikap defensif, terutama untuk melindungi jajahannya di Asia Tenggara. Apalagi setelah Tokyo pada bulan April dibom oleh kolonel Doolitle. Untuk itu Jepang mulai menerapkan strategi untuk menguasai pulau Midway, yaitu suatu pulau kecil ditengah-tengah samudera Pasific, kira-kira antara jarak San Fransisco dan Tokyo. Karena pulau ini mempunyai suatu pangkalan yang kuat, dan sebagai semacam penjaga dari Hawaii, Pearl Harbour. Kalau Midway berhasil diduduki maka Pearl Harbour juga akan dikuasai. Laksamana Yamamoto menerapkan strategi dengan memecah-mecah puluhan kapal perangnya. Sebagian dikirim ke utara, kekepulauan Aleut dimana akan diadakan pendaratan setelah pangkalan udara Dutch Harbor dibombardir. Gerakan pasukan keutara ini dimaksudkan untuk mengumpan, jika Nimitz mengirimkan armadanya kesana, barulah Yamamoto akan menyerang Midway yang tidak terlindung. Tapi strategi ini diketahui Nimitz dari kode rahasia Jepang yang berhasil dipecahkannya, sehingga ia tidak termakan umpan untuk menyerang Aleut. Bahkan akhirnya Armada Jepang dapat dipukul mundur. Dengan kekalahan di Midway ini telah membuat jatuh moril pasukan Jepang, sebaliknya semangat pasukan sekutu semakin meningkat.
Angkatan perang Amerika yang semula Defensif berubah menjadi Ofensif setelah pertempuran laut selama tiga hari di sekitar kepulauan Solomon pada November 1942 angkatan perang Amerika berhasil menmperoleh kemenangan. Sedangkan Jepang semakin lama semakin terdesak, apalagi setelah mendengar berita kematian Laksamana Yamamoto moril tentara Jepang semakin merosot. Laksamana Yamamoto tewas setelah pesawatnya disergap pesawat tempur Amerika sewaktu sedang melakukan inspeksi ke pulau Bougenville, pesawatnya jatuh ke kerimbunan hutan di Pulau Bougenvile pada april 1943. Semenjak itu berturut turut Filipina pada 22 Juni 1944, Iwo Jima 17 Maret 1945, Okinawa 21 Juni 1945 berhasil direbut Amerika. Sementara itu Burma berhasil diduduki Inggris kembali pada tanggal 30 April 1944 oleh Lord Louis Mountbatten. Pasukan Jepang melakukan perlawanan dengan cara Kamikaze yaitu menabrakkan pesawat ke kapal perang Amerika. Jepang benar-benar menyerah setelah Hiroshima dan Nagasaki di bom atom Amerika. Sedangkan Uni Soviet mengumumkan perang kepada Jepang setelah Jepang hampir kalah, Soviet menyerang Manchuria kemudian memasuki Korea hingga garis 38 derajat (8 Agustus 1945).

Akhir Perang Pasific
Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki (6&9 Agustus 1945)
Untuk mempercepat selesainya perang, dalam pertemuan di gedung putih tanggal 18 Juni 1945 Jendral George C Marshall mengusulkan agar Jepang segera diserbu. Usul ini disetujui Presiden Harry S Truman, tanggal 2 Agustus 1945 muncul perintah operasi Top Secret misi Pengeboman khusus dengan Hiroshima sebagai sasaran Primer, karena kota ini selama perang menjadi pusat regional militer dan produksi peralatan perang. Kokura sebagai sasaran sekunder, dan Nagasaki sasaran tersier. Pada tanggal 6 Agustus jam 02.45 pesawat pembom B-29 Superfortress Enola Gay yang diterbangkan kolonel Paul W Tibbets Jr, berangkat dari Pulau Tinian di Kepulauan Mariana dengan membawa bom Little Boy. Pukul 08.15 bom Little Boy dijatuhkan dekat jembatan pusat kota Hiroshima. Tiga hari kemudian tanggal 9 Agustus 1945 Nagasaki dijatuhi bom Fat Man. Pengeboman ini membuat Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu tanggal 15 Agustus 1945, dan menandai selesainya perang Dunia II dan Perang Asia Timur Raya.

Sumber: (Leo Agung S. CS Sejarah Asia Timur, PK Ojong, Perang Pasific, Kompas, 6 Agustus 2005)

Tag:

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: